Saat proses persiapan migrasi sistem, seringkali pertanyaan pertama yang disampaikan oleh klien adalah mengenai server. Pertanyaan-pertanyaan seperti: Ini nanti softwarenya ditaruh di mana, internetnya bayar berapa, nanti kalau komputernya rusak bagaimana, dan masih banyak lagi. Dan waktu kami berikan usulan menggunakan cloud server, pertanyaannya jadi makin bertambah: aman gak kalau cloud, apa nanti gak dihack orang, apa tidak lebih murah beli sendiri daripada sewa, dan semacamnya. Ya, pemilihan server yang tepat guna pastinya punya peranan sangat penting dalam menentukan efektifitas dan efisiensi dari perusahaan, atau setidaknya berpengaruh dalam neraca laba ruginya. Memilih membeli server dengan spesifikasi tercanggih, tidak selalu menjadi keputusan terbaik, karena biasanya cost-nya juga cukup tinggi. Jadi, bagaimana baiknya?
Berikut adalah beberapa pertimbangan untuk menggunakan cloud server:
- Fleksibilitas
Saat merencanakan untuk mebeli sebuah server, seringkali perusahaan kebingungan spesifikasi hardware seperti apa yang dibutuhkan. Contohnya saja media penyimpanan, ada opsi untuk menggunakan HDD(hard disk) atau SSD. Di mana masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Belum lagi pilihan untuk prosesor, RAM, dan motherboard yang diperlukan. Belum lagi pilihan brand yang semakin hari semakin bertambah jumlahnya.
Dengan cloud server, spesifikasi hardware dapat disesuaikan kebutuhan tanpa perlu pusing dengan opsi yang lain-lain. Dan yang menarik, beberapa bagian spesifikasi ini bisa diupgrade dengan cepat. Contohnya: ketika perusahaan masih baru / startup media penyimpanan tidak perlu terlalu besar karena data masih sedikit sehingga bisa memilih menggunakan SSD 128GB, namun tak perlu kuatir saat perusahaan berkembang dengan pesat SSD ini bisa diupgrade; Dan hebatnya lagi proses upgrade ini biasanya hanya butuh hitungan menit saja.
Tidak hanya itu, pada beberapa cloud server ternama juga ada kemampuan untuk membuat paralel server, yang sama fleksibelnya. Apa itu paralel server? Gamabaran singkatnya seperti gerbong kereta api, saat sebuah gerbong hampir penuh tentunya perlu tambahan gerbong agar dapat memuat penumpang lebih banyak. Begitu juga dengan server ini, saat kondisi sudah menjelang overload, tinggal klik saja, maka otomatis akan dibukakan server baru, dan server tambahan ini bisa otomatis dimatikan juga saat tidak diperlukan. Bisa juga paralel server ini ditempatkan di zona berbeda untuk menghandle request dari zona tersebut, misal: server khusus Asia, server Amerika, dst. - Efisiensi
Karena spesifikasi yang bisa pilih sesuai kebutuhan seperti dijelaskan di atas, tentunya besaran cost atau biaya yang dikeluarkan juga jadi lebih hemat. Bayangkan jika mendadak jumlah server tidak mencukupi dan perlu menambahkan server secara cepat. Nyaris tidak mungkin bisa membeli dan setting server sendiri kurang dari satu jam, apalagi dengan budget terbatas. Tapi dengan cloud server, hal seperti ini tidak perlu terjadi.
Pada dasarnya cloud server merupakan server fisik juga yang digunakan secara bersama-sama. Karenanya tidak perlu diragukan sistem keamanan server-server ini, baik secara fisik maupun secara digital. Secara fisik tentu saja, selain petugas khusus tidak akan ada orang yang boleh berkeliaran di ruang server ini, jaringan internet yang stabil, suhu dan kebersihan ruangan servernya pun tak perlu dipertanyakan, pasti sudah sesuai standar. Fitur keamanan digital dasar (contohnya: anti-DDOS dan auto-backup) pun sudah otomatis aktif. Sehingga tidak diperlukan petugas khusus untuk melakukan pemeliharaan server. - Keunggulan Kompetitif
Sebuah server untuk dapat diakses dari luar kantor, perlu dihubungkan ke internet dengan dedicated IP, di mana kalau kita tanya saat ini, harga rata-rata untuk paket dedicated IP itu lebih kurang 1,5 juta rupiah. Tentu saja ini harga yang relatif mahal, sekitar 3x lipat dari internet yang dipakai sehari-hari. Sementara itu jika menggunakan cloud server, perusahaan tidak perlu bingung dengan koneksi internet tersebut, server sudah dialokasikan dengan koneksi internet yang memadai, sehingga bisa dipakai oleh seluruh anggota tim dari mana saja dan kapan saja.
Di sisi lain, semakin banyak pula software-software yang dirilis dengan kemampuan untuk mengintegrasikan data dari sejumlah pihak. Software modern ini menerima data tidak hanya dari komputer/pc/laptop tapi juga dari smart devices (seperti IoT maupun handphone). Dengan digunakannya cloud server, pengembangan software hingga ke tahap ini akan jauh lebih mudah.
Dengan keunggulan-keunggulan dari cloud server di atas, bukan berarti dedicated on-premise server tidak berguna. Jika perusahaan memiliki budget yang besar dan tim IT, membeli server sendiri bisa jadi adalah pilihan yang lebih baik. Masih bingung? Tak perlu khawatir, silahkan hubungi kami dan kami akan membantu untuk memberikan saran yang paling tepat untuk Anda.