1. Memudahkan decision maker untuk melihat data, menganalisa dan membuat keputusan

Pihak pengambil keputusan, seperti: manajer, direksi ataupun owner perusahaan, akan bisa melihat setiap data yang ada tanpa perlu menanyakan ke masing-masing divisi. Pada sistem data konvensional, data keuangan tentunya akan dipegang divisi keuangan dan data penjualan dipegang marketing, dan seterusnya; di mana ketika ingin membuat perbandingan atau korelasinya tentu saja harus menunggu laporan dari masing-masing divisi tersebut. Dengan adanya sistem integrasi, data keuangan, penjualan, pembelian bahkan stok gudang pun semua ada di dalam satu server yang sama dan aplikasi/software yang sama pula. Sehingga tanpa perlu menunggu masing-masing divisi membuat laporannya, sang decision maker bisa segera men-generate laporan dan menganalisa sendiri; kapan pun.

Selain itu, perusahaan dengan sistem konvensional biasanya memiliki software dengan database terpisah untuk masing-masing divisinya; Marketing pakai software A, Gudang pakai software B, Keuangan pakai software C. Walaupun semua data di simpan dalam server yang sama, tapi ketika data ditarik/dicetak untuk kemudian ditarik korelasi ataupun perbandingannya belum tentu langsung match. Contoh simple saja: pihak keuangan menyimpan data barang dengan satuan box sementara pihak gudang menggunakan satuan terkecil pcs, kan sulit ini, masih harus dihitung-hitung lagi dulu sebelum bisa disajikan pada atasan. Lain ceritanya dengan sistem terintegrasi, seluruh data (walaupun diinput oleh divisi berbeda dengan satuan yang bisa berbeda pula) akan disatukan, dibuat sinkronisasinya, sehingga bisa dalam sekejap dicetak dan disajikan tanpa perlu proses hitung-hitungan manual lagi.

Akibatnya tentu saja keputusan bisa dibuat lebih cepat dengan data yang lebih akurat. Sedap...


2. Membuat proses penyimpanan dan perlindungan data lebih efektif dan efisien

Ada yang ingin bilang "lho data di kantor saya sudah jadi 1 semua kok di server walaupun softwarenya beda-beda". Betul sekali, itu bagus, tapi sekarang saya tanya "Apa data dari software absensi mu bisa langsung dipakai untuk menentukan salesman mana yang paling berprestasi? Berapa besar omset yang sudah dia hasilkan per bulan?"

Ya, pertanyaan di atas akan sulit dijawab jika software yang digunakan pada sistem belum terintegrasi. Untuk menjawabnya saja minim butuh laporan dari 3 divisi yaitu HRD, marketing dan keuangan. Yang artinya 3 software, 3 database yang mungkin berbeda dan kemungkinan besar perlu dicocokkan dulu secara manual datanya sebelum bisa mengeluarkan jawaban.

Bagaimana kalau sistemnya terintegrasi? Simpel, tinggal generate laporan penjualan (muncul nama barang paling laku, besaran harganya dan nama salesman nya), lanjut tekan tombol cetak. Jawaban tegas, jelas dilengkapi bukti-bukti otentik. 


3. Memudahkan proses backup dan restore data

Setiap software punya cara menyimpan databasenya sendiri-sendiri, yang berarti juga punya cara mem-backup sendiri-sendiri. Kira-kira apa yang terjadi ya jika tiba-tiba perusahaan mengalami blackout? Apakah pasti data penjualan, keuangan, stok gudang semua sudah ter-backup dengan posisi tanggal & jam yang sama?

Dengan sistem terintegrasi, tentu saja saat dilakukan backup, maka data dari semua divisi sekaligus ter-backup. Waktu mau melakukan restorasi juga tentu saja akan langsung terjadi serentak. Enak?


4. Meminimalkan kebocoran dana/aset perusahaan

Sebenarnya ini adalah salah satu alasan kenapa saat sebuah perusahaan mencoba mengganti sistem dari yang konvensional ke sistem terintegrasi muncul resistensi dari karyawan. Ya jelas saja, kan kalau hilang 1 rupiah saja atau barang 1 pcs saja, akan langsung terlihat dan terekam jelas pada sistem. Begitu juga ketika terjadi kesalahan input, misal pihak gudang salah memasukkan jumlah stok, maka seluruh orang yang terlibat dalam sistem akan menyadarinya.

Para pimpinan perusahaan pun akan sangat dimudahkan dalam proses monitoring usahanya. Tidak perlu lagi pusing membanding-bandingkan laporan dari masing-masing divisi, karena sumber laporannya ya sudah sama, tinggal cetak saja. Pimpinan perusahaan pun bisa memeriksanya kapan pun. Barang hilang 1 pcs saja kelihatan tuh karena laporan keuangannya pun pasti akan janggal. Menguntungkan?


5. Memudahkan proses pengembangan aset digital perusahaan

Di sebagian negara maju, sistem bisnis sudah bukan hanya melibatkan manusia-manusia yang bekerja, tetapi juga pegawai berbentuk robot atau biasa disebut AI. Pengembangan AI ini hanya dimungkinan jika data dari seluruh bagian perusahaan sudah terintegrasi. AI ini bisa melakukan macam-macam tugas, seperti: audit keuangan, memberikan usulan calon karyawan yang akan naik jabatan, bahkan di beberapa perusahaan raksasa robot-robot lah yang bertugas di bagian gudang. Keren kan?

Jadi dengan berbagai keunggulan yang bisa didapat di atas, kira-kira apa sih yang menjadi penghalang perusahaan Anda beralih ke sistem yang terintegrasi?

Bagaimana membuat sistem dengan data terintegrasi? Mudah, hubungi kami dan akan kami bantu dengan solusi-solusi inovatif berteknologi tinggi..